Jumat, 27 Desember 2013
Metode-metode dalam Psikologi
Metode-metode dalam Psikologi
Metode tertua yang
digunakan dalam lapangan psikologi ialah Spekulasi. Akan tetapi akibat
perkembangan ilmu perkembangan pada umumnya dan psikologi pada khususnya akhirnya
metode ini ditinggalkan dan dirintislah metode baru yang didasarkan atas
pengalaman-pengalaman (Empiris). Pada dasarnya metode penelitian dapat
dibedakan atas 2 bagian besar yaitu Metode Longitudinal dan
Metode Crossectional.
a. Metode Longitudinal
Metode ini merupakan metode penelitian yang
membutuhkan waktu yang relative lama untuk mencapai suatu hasil penelitian.
Dengan metode ini penelitian dilakukan hari demi hari, bulan demi bulan bahkan
mungkin tahun demi tahun. Karena itu apabila dilihat dari segi perjalanan
penelitisn ini adalah secara vertikal.
b. Metode Cross-sectional
merupakan suatu metode penelitian yang tidak
membutuhkan waktu yang terlalu lama didalam melakukan penelitian. Dengan metode
ini dalam waktu yang relatif singkat dapat disimpulkan bahan yang banyak. Jadi
kalau dillihat dari jalannya metode ini merupakan penelitian Horisontal.
Untuk lebih terperinci dapat di kemukakan
metode-metode yang digunakan dalam lapangan psikologi sebagai berikut:
1) Metode Introspeksi
Introspeksi adalah Melihat kedalam (intro =
kedalam dan speksi <spectare> =melihat). Metode ini merupakan
suatu metode penelitian dengan melihat peristiwa-peristiwa kedalam dirinya
sendiri.
2) Metode Introspeksi eksperimental
Metode ini merupakan metode penggabungan dari introspeksi
dengan eksperimen. Dengan jalan eksperimen, maka sipat subjektivitas dari
metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode introspeksi murni hanya dari
penelitian yang menjadi objek. Tetapi pada introspeksi eksperimental jumlah
subjek banyak, yaitu orang orang yang dieksperimentasi itu.
3) Metode Ekstropeksi
Artinya Melihat Keluar. Metode ini dimaksudkan
untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode introspeksi. Pada
metode ekstropeksi subjek penelitian bukan dirinya sendiri tetapi orang lain.
Dengan demikian diharapkan adanya sipat yang objektif dalam penelitian itu.
4) Metode Kuesioner
Kuesioner sering pula disebut angket merupakan
metode penelitian dengan menggunakan saftar pertanyaan atau pernyataan yang
harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang menjadi subjek dari penelitian
tersebut
5) Metode Interview
Merupakan metode penelitian dengan menggunakan
pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sevara lisan.
6) Metode Biografi
Merupakan metode tulisan tentang kehidupan
seseorang yang merupakan riwayat hidup. Dalam biografi, orang menguraikan
tentang keadaan, sikap-sikap ataupun sifat-sifat lain mengenai orang yang
bersangkutan.
7) Metode Analisis Karya
Merupakan suatu metode penelitian yang dengan
mengadakan analisis dari hasil karya.
8 ) Metode Klinis
Metode ini mula-mula timbul dalam lapangan klinik
untuk mempelajari keadaan orang orang yang jiwanya terganggu (abnormal)
9) Metode Testing
Merupakan metode penelitian yang menggunakan
soal-soal, pertanyaan-pertanyaan, atau tugas lain yang telah distandarisasikan.
10) Metode Statistik
Pada umumnya metode ini digunakan untuk
mengadakan penganalisisan terhadap materi atau data yang telah dikumpulkan
dalam suatu penelitian
2.3 Macam-Macam Pengumpulan Data
a.
Eksperimen
Eksperimen adalah suatu percobaan atau serangkaian percobaan pada sebuah proses
atau sistem yang dilakukan dengan perubahan yang sengaja dilakukan pada
variabel input sehingga kita dapat mengamati dan mengidentifikasi penyebab
perubahan pada output sistem tersebut. Eksperimen diyakini mempengaruhi
perilaku yang diteliti, dimanipulasi dengan prosedur yang dikontrol secara
seksama di mana satu atau lebih variabel yang dibuat konstan. Jika perilaku
yang diteliti berubah suatu saat sebuah variabel akan dimanipulasi, kita dapat
mengatakan bahwa variabel yang dimanipulasi menyebabkan perubahan-perubahan
perilaku. Dengan kata lain, eksperimen telah memperlihatkan sebab dan akibat.
Sebab ialah perilaku yang dimanipulasi dan akibat ialah perilaku yang berubah
karena manipulasi. Penempatan acak (random assignment) terjadi ketika para
peneliti menempatkan subjek secara kebetulan kedalam kondisi eksperimen dan
kontrol, sehingga mengurangi kemungkinan bahwa hasil eksperimen akan disebabkan
oleh beberapa perbedaan yang telah ada sebelumnya.
Penempatan acak atau random assignment adalah
peneliti menempatkan sebuah subjek penelitian ke dalam suatu kelompok tanpa
disengaja. Teknik ini mengurangi kecenderungan bahwa hasil eksperimen akan
sangat dipengaruhi oleh perbedaan antar kelompok yang sudah ada sebelumnya
(Martin, 2004). Jumlah subyek untuk penelitiannya dibutuhkan banyak, sehingga
dengan luasnya atau banyaknya subyek penelitian maka hasil yang didapatkan
obyektif. Terdapat beberapa aspek penting dalam teori modelling atau
eksperimen, yaitu :
- Subjek
- Objek
- Treatment
- Observasi atau perekaman : pengukuran
- Observer : pelaku pengukuran
- Variabel : perilaku modelling
-
Variabel Independen (bebas)
-
Variabel Dependen (Terikat)
- Etika (aspek terpenting dalam penelitian)
- Hipotesis
Subjek adalah
individu yang akan diteliti atau dibeikan sebuah eksperimen. Misalnya, anak
yang terdapat di penelitian Bandura dengan Bobo doll’s nya.
Objek adalah
alat yang digunakan untuk melakukan penelitian eksperimen.
Treatment adalah
pemberian perilaku terhadap subjek tersebut.
Observasi adalah
pengukuran yang dilakukan terhadap subjek dan objek. Peneliti mengidentifikasi
subjek dengan mengamati perilaku subjek setiap harinya untuk mengetahui
hasilnya.
Observer adalah
pelaku pengukuran tersebut yang dimana ia memiliki tugas untuk mengidentifikasi
subjek.
Variabel adalah
segala sesuatu yang dapat berubah. Terdapat dua variabel dalam eksperimen yaitu
variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat). Variabel bebas adalah
faktor eksperimental yang dimanipulasi. Ia adalah potensi penyebab. Penamaan
”bebas” digunakan karena variabel ini digunakan untuk dapat dimanipulasi
mandiri dari faktor lain untuk menentukan akibatnya. Para peneliti memiliki
banyak pilihan yang terbuka untuk mereka memilih variabel bebas dan satu
eksperimennya dapat melibatkan beberpa variabel bebas. Variabel terikat
adalah faktor yang dapat berubah dalam suatu eksperimen sebagai respons
terhadap perubahan pada variabel bebas. Sebagaimana peneliti memanipulasi
variabel bebas, mereka mengukur variabel terikat untuk berbagai hasil akibat.
sebuah aspek penting dari pengonseptualisasian sebuah masalah penelitian adalah
menghasilkan cara konkret untuk mengukur variabel sendiri yang diteliti.
Etika adalah
aspek terpenting dalam melakukan sebuah penelitian. Dimana peneliti harus
memikirkan kembali apakah eksperimen yang akan dilakukan melanggar sebuah etika
atau dapat dikatakan tidak memiliki etika untuk mengeksperimenkan penelitian
yang akan dilakukan. Misalnya: eksperimen perbedaan anak dibawah umur merokok
karena dipengaruhi lingkungan atau teman sebaya. Tidak memungkinkan jika anak
dibawah umur kita berikan rokok untuk mengetahui hasilnya. kode etik yang
diadopsi oleh APA menginstruksikan para peneliti untuk melindungi subjek mereka
dari bahaya mental dan fisik. kepentingan terbaik subjek harus dijaga terutama
di dalam pikiran peneliti. semua subjek harus memberi persetujuan mereka untuk
berpastisipasi dalam studi penelitian, yang mensyaratkan bahwa subjek harus
mengetahui bagaimana partisipasi mereka akan dilibatkan dan resiko apa yang
mungkin berkembang. misalnya, subjek penelitian satu dengan satu yang lain
harus diberitahukan sebelumnya bahwa kuisioner dapat merangsang pemikiran
tentang isu yang mungkin tidak mereka antisipasi. subjek juga harus
diinformasikan bahwa dalam beberapa hal suatu diskusi tentang isu yang mungkin
dimunculkan dapat memperbaiki. persoalan etis khusus mengatur pelaksanaan
penelitian dengan anak-anak. pertama jika anak-anak harus diteliti, harus ada
persetujuan yang diinformasikan dari orang tu atau wali yang sah. Orang tua
memiliki hak untuk memperoleh gambaran yang memiliki lengkap dan akurat tentang
apa yang akan dilakukan pada dan oleh anak-anak mereka dan dapat menolak untuk
brpastisipasi. kedua, anak-anak juga memiliki hak. Psikolog berkewajiban
menjelaskan secara persis apa yang akan dialami oleh anak-anak. anak dapat
menolak untuk berpastisipasi, bahkan setelah persetujuan orang tua diberikan.
jika demikian, para peneliti haruslah tidak menguji anak. Ketiga, psikolog
harus selalu menimbang potensi yang membahayakan anak-anak dibandingkan dengan
prospek manfaatnya bagi mereka. Keempat karena anak-anak berada dalam suatu
posisi yang rawan dan lemah serta kurang kendali ketika menghadapi orang
dewasa, psikolog sebaiknya selalu berusaha membuat pertemuan profesional
sebagai suatu pengalaman yang positif dan mendukung.
Hipotesis adalah
pernyataan sementara saat penelitiaan. Gagasan yang muncul secara logis dari
sebuah teori. Ia merupakan suatu peramalan yang dapat diuji, bisa juga dianggap
sebagai sebuah tebakan ilmiah atau teori yang diberikan dan penerapan logika.
Tujuan dari ekperimen sendiri adalah untuk mengontrol sebuah
perilaku yang dimunculkan dimana penelitian eksperimen dilakukan untuk
mengetahui sebuah hasil akhir yang dapat diidentifikasi bagaimana setiap
individu berperilaku. Dimana tujuan dari ilmu psikologi adalah mengamati serta
memahami perilaku dan menarik kesimpulan memahaminya untuk mengaplikasikan ilmu
psikologi tersebut untuk mengontrol perilaku yang dimunculkan.
Beberapa peringatan mengenai penelitian eksperimen, Validitas
merujuk pada kekuatan kesimpulan yang kita tarik dari suatu eksperimen. Ada dua
jenis validitas yang penting bagi desain eksperimental. Jenis pertama adalah
validitas ekologi (ecological validity) yang merujuk pada tingkat di mana
desain eksperimental mewakili persoalan-persoalan di dunia nyata seperti yang
seharusnya ditangani. Hal ini bermaksud, apakah metode eksperimental yang
seharusnya ditangani. Tujuannya untuk mengetahui apakah metode
eksperimental dan hasilnya dapat digeneralisasikan kepada dunia nyata.
b.
Survey dan Wawancara
Survey adalah suatu bentuk penelitian untuk dapat memperoleh
informasi serta argumen dalam bentuk kuisioner atau wawancara kepada responden.
Penelitian seperti ini diberikan kepada responden secara spesifik, dalam bentuk
sebuat pertanyaan atau pilihan. Survey adalah cara terbaik untuk mendapatkan
sebuah informasi yang menanyakan untuk hasil jawaban yang dibutuhkan peneliti.
Pertanyaan yang diajukan juga cukup spesifik dan standar. Survey yang baik
adalah dimana isi dari pertanyaan tersebut jelas dan tidak memungkinkan
responden menjawab dengan ambigu serta memungkinkan penilaian akan keaslian
jawaban. Pertanyaan dapat berupa keyakinan agama, kebiasaan individu atau dapat
pula pengendalian individu. Keuntungan utama dari survey ialah dapat
dengan mudah diberikan kepada sejumlah besar responden.
Wawancara juga sebuah metode penelitian yang sering digunakan oleh peneliti.
Karena wawancara bersifat terbuka. Wawancara dapat dilakukan dengan bertatap
muka, melalui telepon atau melalui media seperti internet. Model wawancara
beragam, mulai dari yang sangat tidak terstuktur hingga yang sangat
terstruktur. Struktur ditentukan oleh pertanyaan-pertanyaan itu sendiri atau
pewawancara. Survey dan wawancara bersifat terstruktur dan terbuka.
Pertanyan-pertanyaan bersifat spesifik. Survey dan wawancara memiliki masalah
dalam penelitiannya, kecenderungan responden untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan dengan cara yang mereka pakai untuk diterima atau
digunakan secara sosial, bisa saja mereka menjawab dengan apa yang benar-benar
muncul dalam pikiran atau yang mereka rasakan daripada dengan cara
mengkomunikasikan apa yang benar-benar pikirkan. contoh-contoh pertanyaan
wawancara yang terstuktur adalah : pada minggu lalu, seberapa sering anda
meneriaki pasangan, dan berapa sering pada tahun yang lalu anak anda terlibat
dalam perkelahian di sekolah.
Kadang-kadang
cara terbaik dan tercepat untuk memperoleh informasi dari orang-orang adalah
dengan cara meminta informasi dari mereka. para psikolog menggunakan wawancara
untuk mengetahui pengalaman dan sikap para individu.
Terdapat
beberapa aspek penting saat melakukan penelitian dengan metode survey yaitu :
- Responden (subjek) :
- Alat ukur (angket, skala, kuisioner) : Isinya berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk dijawab oleh responden.
- Hipotesis : aspek penting dari pengujian hipotesis adalah analisis data.
- Pengukuran
- Variabel
Pewawancara yang berpengalaman mengetahui bagaimana
memudahkan responden dan mendorong mereka untuk terbuka penggunaan
strategi wawancara ini memaksa para peneliti untuk terlibat dan bukan terpisah
dari subjek mereka yang menghasilkan pemahaman yang lebih baik. Satu contoh sebuah
survey yang dilakukan Gallup (1999), menanyakan para orang tua mengenai
keyakinan mereka tentang masalah terpenting yang dihadapi sekolah.
Masalah-masalah tersebut : 43 persen mengatakan obat-obatan terlarang , 40
persen hubungan seksual, 39 persen disiplin di dalam kelas, 28 persen
kekerasan, dan 25 persen tekanan sosial di antara siswa untuk menjadi populer.
survey ini dilakukan melalui wawancara telepon dengan sampel yang dipilih
secara acak sebanyak 338 orang tua di Amerika Serikat. Pembahasan mengenai
sampling acak sebelumnya karena sampling acak dianggap sebagai aspek penting
dari proses survey.
Kuesioner
adalah sama dengan wawancara yang sangat terstruktur kecuali responden membaca
pertanyaan-pertanyaan dan menandai jawaban-jawaban mereka di atas kertas dan
bukan menjawab secara verbal kepada pewawancara.
Kedua metode tersebut memiliki perbedaan yang spesifik yaitu
eksperimen memiliki sebuat treatment atau pemberian perilaku terhadap subjek
sedangkan metode penelitian survey tidak menggunakannya melainkan hanya
pemberian sebuah angket, wawancara dan kuisioner.sumber : http://yohanneswijaya89.blogspot.com/2012/12/metode-metode-dalam-psikologi_5596.html
Sejarah Singkat Universitas Bina Darma
Universitas Bina Darma berdiri atas penggabungan 3
(tiga) Sekolah Tinggi berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan
Nasional Republik Indonesia nomor : 112/D/0/2002 tanggal 7 Juni 2002
yaitu STMIK Bina Darma (Surat Keputusan Mendikbud RI. Nomor :
027/D/O/1994, tanggal 18 Mei 1994), STIE Bina Darma (SK. Mendikbud RI.
Nomor : 046/D/O/1994, tanggal 7 Juli 1994), dan STBA Bina Darma (Surat
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor :
143/D/0/2001 tanggal 27 Agustus 2001).
Universitas Bina Darma adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mengasuh dan mengembangkan ilmu dan keahlian profesional pada
7 (tujuh) fakultas (Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi, Fakultas
Bahasa dan Sastra, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu
Komunikasi, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dengan program
studi unggulan tiap fakultas yang berada di Sumatera Selatan.
Universitas Bina Darma mempunyai komitmen untuk menciptakan lulusan yang
siap kerja dan dapat diterima di masyarakat. Untuk itulah Universitas
20
21
Bina Darma mengusahakan Sertifikasi dari International Organization for Standarization ( ISO 9001:2000 ), dan pada tanggal 7 Juli 2003 telah memperoleh
Sertifikasi dengan nomor Registrasi 04100. 30981. Dengan telah ditetapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2000 di Universitas Bina Darma maka setiap aktivitas dilaksanakan dengan terencana dan hasilnya dapat diukur secara objektif.
Hal ini berarti proses belajar mengajar di Universitas Bina Darma telah
sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku, sehingga
lulusannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.
UBD secara aktif mengembangkan kerja sama di dalam
maupun luar negeri yang saat ini tercatat memiliki perjanjian dengan UBD
diantaranya adalah: University of Industri Selangor (UNISEL) Malaysia, Sun Microsystem, Barring Edu Training Sdn Bhd-Malaysia, Pearson VUE Authorised Center-India,
NIIT Antilles NV – Neteherlands, Planet Edupro Indonesia (University of
Cambridge English for Speakers of Other languages (ESOL) Authorised
Main Center), Cisco Networking Academy, Stichting Hogeschool Zeeland (HZ)-Holland, dan NPO International Japanese Education Center.
Atas prakarsa Prof. Ir. H. Bochari Rachman, M.Sc. dan kawan-kawan
pada tanggal 28 Desember 1993 didirikan Yayasan Bina Darma dengan Akte
Notaris Alia Ghani, S.H. Nomor : 95. Kemudian tanggal 10 Maret 2001
terjadi perubahan pendiri Yayasan Bina Darma berdasarkan akte notaris
Thamrin nomor : 6.Maksud dan tujuan didirikannya Yayasan ini antara lain
untuk turut serta secara aktif membantu pemerintah dalam melaksanakan
program pembangunan nasional dalam rangka
22
mewujudkan cita-cita nasional dan turut serta membantu pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Mengingat sarana dan prasarana yang disediakan oleh
Yayasan sudah cukup memadai untuk menyelenggarakan suatu program
pendidikan tinggi di Sumatera Selatan, maka didirikanlah 2 (dua) Sekolah
Tinggi yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK)
Bina Darma dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma.
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer
(STMIK) Bina Darma yang diasuh dan dibina oleh Yayasan Bina Darma
berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI. Nomor : 027/D/O/1994, tanggal
18 Mei 1994, STMIK Bina Darma mendapat status TERDAFTAR. Pada tahun
2001, STMIK Bina Darma mendapat status TERAKREDITASI untuk kedua program
studi yang diselenggarakan, yaitu Program Studi Sistem Informasi (SI)
dan Program Studi Teknik Informatika (TI) jenjang program strata satu
(S1). Berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 005/BAN-PT/Ak-X/S1/VI/2006
tanggal 15 Juni 2006 untuk Program Studi Teknik Informatika (S1) dan
Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen
Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 018/BAN-PT/Ak- XI/S1/VIII/2007 tanggal 18 Agustus 2007 untuk Program Studi Sistem Informasi (S1).
Kemudian pada tahun 1995, berdasarkan Surat
Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor : 488/DIKTI/Kep/1995, tanggal 29
Nopember 1995, STMIK Bina Darma mendapat status TERDAFTAR untuk Program
Studi Manajemen Informatika
23
dan Komputerisasi Akuntansi jenjang program Diploma I
(D1). Pada tahun 1998, STMIK Bina Darma menambah lagi beberapa program
studi berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 083/D/O/1998
tanggal 4 Maret 1998 STMIK Bina Darma mendapat status TERDAFTAR untuk
Program Studi Manajemen Informatika, Komputerisasi Akuntansi dan Teknik
Komputer jenjang program Diploma Tiga (D.III). Program Studi Teknik Komputer (D III) mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 011/BAN-PT/Ak-VIIDpl/IX/2007 tanggal 29 September 2007.
Program Studi Komputerisasi Akuntansi (III) mendapat status
TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 005/BAN-PT/Ak/Dpl-III/VI/2005
tanggal 8 Juni 2005 dan berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomor: 007/BAN-PT/Ak-VIII/Dpl-III/VI/2008 tanggal 20 Juni 2008 untuk Program Studi Manajemen Informatika (D III).
Yayasan Bina Darma juga menyelenggarakan Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma berdasarkan SK. Mendikbud RI.
Nomor : 046/D/O/1994, tanggal 7 Juli 1994. Fakultas Ekonomi Program
Studi Akuntansi (S1) mendapat status
TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 019/BAN-PT/Ak-X/S1/XII/2006 tanggal 8 Desember 2006. Program Studi Manajemen (S1) mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan
24
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 012/BAN-PT/Ak-IX/S1/VII/2005 tanggal 21 Juli 2005.
Pada tahun 1998 berdasarkan surat keputusan Dirjen
Dikti nomor : 127/DIKTI/Kep/1998 tahun 1998 dibuka Program Studi
Manajemen Perusahaan dan Administrasi Bisnis jenjang program Diploma
Tiga (D III) dengan status TERDAFTAR. Kedua program studi tersebut sudah
mendapat status
TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 007/BAN-PT/AK-
VII/Dpl/VIII/2007 tanggal 11 Agustus 2007 untuk Program Studi Manajemen
Perusahaan (D III) dan berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi
Nasional Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 005/BAN-PT/AK- VII/Dpl/VVII/2007 tanggal 10 Juli 2007 untuk Program Studi Administrasi Bisnis (D III).
Kemudian sejalan dengan berjalannya waktu, maka pada
tanggal 30 April 2001 berdasarkan Akte Notaris Thamrin nomor : 36,
Yayasan Bina Darma mengambil alih pengelolaan Sekolah Tinggi Bahasa
Asing (STBA) Graha Darma. Yayasan Bina Darma mengubah nama Sekolah
Tinggi Bahasa Asing (STBA) Graha Darma menjadi Sekolah Tinggi Bahasa
Asing (STBA) Bina Darma berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional Republik Indonesia nomor :143/D/0/2001 tanggal 27 Agustus 2001.
Pada perkembangan selanjutnya atas segala usaha dan
prestasi semua unsur yang ada di ketiga Sekolah Tinggi yang berada dalam
naungan Yayasan Bina Darma yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika
dan Komputer (STMIK) Bina Darma,
25
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma dan
Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bina Darma digabung menjadi
Universitas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor : 112/D/0/2002 tanggal 7 Juni 2002 tentang
Penggabungan 3 (tiga) Sekolah Tinggi menjadi Universitas dan Penambahan
izin penyelenggaraan program studi baru yang diselenggarakan oleh
Yayasan Bina Darma di Palembang. Sehubungan dengan itu maka untuk
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Darma
berubah menjadi Fakultas Ilmu Komputer, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
(STIE) Bina Darma berubah menjadi Fakultas Ekonomi, dan Sekolah Tinggi
Bahasa Asing (STBA) berubah menjadi Fakultas Bahasa dan Sastra, dan
ditambah dua fakultas lagi yaitu Fakultas Teknik dengan Program Studi
Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknologi Industri jenjang studi strata
satu (S1), dan Fakultas Psikologi dengan Program Studi Psikologi jenjang
studi strata satu (S1). Program Studi Teknologi Industri (S1) dan
Program Studi Teknik Sipil (S1) mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 001/BAN-PT/Ak-X/S1/I/2007 tanggal 13 Januari 2007. Program Studi Teknik Elektro (S1) mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 021/BAN-PT/Ak-X/S1/XII/2006 tanggal 30 Desember 2006.
Universitas Bina Darma adalah Perguruan Tinggi
Swasta (PTS) yang mengasuh dan mengembangkan ilmu dan keahlian
profesional pada 7 (tujuh) fakultas dengan program studi unggulan tiap
fakultas yang berada di Sumatera Selatan.
26
Universitas Bina Darma yang saat ini mengelola 7
(tujuh) fakultas dengan 19 program studi, mempunyai komitmen untuk
menciptakan lulusan yang siap kerja dan dapat diterima di masyarakat.
Untuk itulah Universitas Bina Darma mengusahakan Sertifikasi dari International Organization for Standarization ( ISO 9001:2000
), dan pada tanggal 7 Juli 2003 telah memperoleh Sertifikasi dengan
nomor Registrasi 04100. 30981. Dengan telah ditetapkan system manajemen
mutu ISO 9001 : 2000 di Universitas Bina Darma maka setiap aktivitas dilaksanakan dengan terencana dan hasilnya dapat diukur secara objektif.
Hal ini berarti proses belajar mengajar di Universitas Bina Darma telah
sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku, sehingga
lulusannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.
Kemudian di akhir tahun 2004, melalui Surat
Keputusan Dirjen Dikti Nomor: 4376/D/T/2004, tanggal 2 November 2004
tentang Ijin Penyelenggaraan Program Studi Manajemen (S2) pada
Universitas Bina Darma, Universitas Bina Darma mendapatkan kepercayaan
untuk membuka Program Pascasarjana Program Studi
Magister Manajemen, dengan
konsentrasi Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber
Daya Manusia, Manajemen Sistem Informasi dan Akuntansi Manajemen,
Manajemen Pendidikan yang mendapat status
TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 004/BAN-PT/Ak- VI/S2/VI/2008 tanggal 13 Juni 2008.
Pada tanggal 8 September 2005, melalui Surat
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor: 3024/D/T/2005
Universitas Bina Darma mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan
Program Studi Ilmu Komunikasi jenjang studi
27
strata satu (S1) dibawah Fakultas Ilmu Komunikasi.
Pada tanggal 19 Oktober 2006, melalui surat Direktur Jenderal Pendidikan
Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor:
3960/D/T/2006 Universitas Bina Darma mendapat kepercayaan untuk
menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (S1). dan
melalui surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan
Nasional Republik Indonesia Nomor: 2042/D/T/2008 tanggal 30 Juni 2008
Universitas Bina Darma mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan
Program Studi Pendidikan Olahraga (S1) dibawah Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bina Darma, yang terdiri dari:
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (S1) dan Program Studi
Pendidikan Olahraga (S1).
3.2.Semboyan Universitas Binadarma
“BERMUTU (BERTEKAD MAJU UNTUK TETAP UNGGUL)”
3.3.Visi Dan Misi Universitas Binadarma
3.3.1.Visi
Menjadi Universitas Berstandar Internasional Berbasis Teknologi Informasi
Pada Tahun 2020.
3.3.2.Misi Utama
Menghasilkan Lulusan yang Cerdas, Professional, dan Berkarakter yang
Berdaya Saing Internasional.
28
3.3.4. Misi
1.Menyelenggarakan program pendidikan yang berstandar internasional,
2.Menyelenggarakan proses pembelajaran yang berstandar internasional melalui pemanfaatan teknologi informasi,
3.Membangan komunitas intelektual yang berkualitas,
4.Melakukan penelitian yang berstandar internasional,
5.Melakukan pengabdian guna meningkatkan kemandirian masyarakat,
6.Menyelenggarakan kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan.
3.4.Budaya Mutu Universitas Bina Darma
Upaya pengembangannya Universitas Bina Darma harus mengacu kepada nilai-nilai sebagai berikut :
Iman dan Taqwa : Agar supaya peningkatan derajat
pengetahuan serta pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan dan
teknologi dapat meningkatkan harkat dan martabat serta kesejahteraan
umat manusia, maka iman dan taqwa hendaklah menjadi landasan berpikir
dan bertindak dari segenap unsur civitas akademik.
Unggul : Universitas mempunyai komitmen untuk
menjadi yang terunggul dalam setiap aktivitasnya, dengan mengacu kepada
standar internasional tertinggi
Kepeloporan : Intelektualitas dan kewirausahaan adalah modal dasar bagi upaya pembangunan nasional. Oleh karena itu, Universitas hendaknya menjadi
29
pelopor dalam peningkatan derajat intelektual dan pengembangan kewirausahaan di Indonesia.
Beretika Tinggi : Universitas mendorong ditumbuhkembangkan nilai-nilai
keterbukaan, kejujuran, toleransi, keadilan, demokrasi, sikap ilmiah,
penghargaan terhadap perbedaan pendapat dan tanggung jawab dalam
pengelolaan dan pengambilan keputusan, serta dalam menjawab permasalahan-permasalahan sosial, moral, maupun akademik.
Adaptasi dan Inovasi : Lingkungan dimana Universitas
berada secara terus menerus mengalami perubahan, oleh karena itu
Universitas tidak hanya harus tanggap terhadap perubahan lingkungan yang
terjadi melainkan pula harus peran kepemimpinan yang kreatif dalam
mengekplorasi dan mempertimbangkan kemungkinan baru.
Mandiri : Universitas harus dilandaskan pada
kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri, serta bersendikan pada
jiwa kepeloporan dan kewirausahaan.
Mendidik: Universitas bertekad untuk mendorong mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dan keinginannya.
1.Kerjasama dan Gotong Royong : Cita-cita Universitas harus sesuai dengan cita-cita dan aspirasi dari civitas akademik dan merupakan hasil kerjasama dari civitas akademik, yang dilakukan secara gotong-royong dan dijiwai oleh semangat kekeluargaan.
2.Non-diskriminasi : Universitas menjunjung tinggi ke-Bhineka Tunggal Ika-an dan memperlakukan warga negara Indonesia dan anggota civitas akademik
30
secara adil, tidak membedakan perlakuan atas dasar agama, suku, warna kulit dan lain-lainnya.
3.5.Kebijakan Mutu Universitas Bina Darma
Universitas Bina Darma mempunyai komitmen yang kuat
untuk mengelola pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat dengan mutu yang unggul, sehingga menghasilkan lulusan yang
bermutu dan berdaya saing dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan
seni.
Universitas Bina Darma dikelola dengan memenuhi
kebutuhan mahasiswa, orang tua dan masyarakat serta organisasi pengguna
lulusan dengan mengacu pada peraturan dan undang-undang pendidikan nasional.
Universitas Bina Darma berkomitmen untuk:
1.mempunyai tingkat akreditasi terbaik.
2.meningkatkan indek kepuasan pelanggan.
3.meningkatkan produktifitas dan mutu lulusan.
Seluruh karyawan baik akademik maupun non akademik
bersama seluruh pimpinan Universitas Bina Darma bertekad untuk selalu
turut dalam penyempurnaan kinerja Universitas secara aktif dan
berkelanjutan.
3.6.Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan salah satu wujud
pengelolahan yang baik bagi suatu instansi pemerintah atau perusahan
yang akan menunjang tercapainya tujuan
31
dalam memperoleh ketertiban dalam melaksanakan tugas
dan tanggung jawab. Struktur organisasi menggambarkan suatu sistem atau
mekanisme kerja dari suatu instansi pemerintah atau perusahan yang
meliputi wewenang, tugas dan tanggung jawab setiap bagian dalam
organisasi atau perusahan, dengan adanya struktur organisasi ini maka
untuk menjalani tugas dan tanggung jawab terlaksana dengan baik antara
setiap bagian yang ada dalam instansi pemerintah atau perusahan sehingga
tercapainya tujuan yang diharapkan.
Gambar 3.1. struktur Organisasi Fakultas Ilmu Komputer
Jumat, 06 Desember 2013
Tau Gak Sihh...???
Roket
pertama dibuat di Cina pada abad ke-13. Semenjak awal di Cina, roket
digunakan sebagai mercon/kembang api yang mampu melesat ke udara hingga
membentuk kembang api raksasa di angkasa. Belakangan mercon dikembangkan
menjadi roket dan dijadikan sarana untuk membawa muatan dengan tujuan
perang maupun damai.Pada masa perang, mercon berubah fungsi menjadi sarana peluncur panah api. Senjata ini antara lain digunakan tentara China atau Chin Tartar untuk menghalau serangan bangsa Mongolia yang dipimpin Kai Feng Fu pada tahun 1232.
Lewat jalur perdagangan, pengetahuan tentang pembuatan mercon itu sampai ke India dan bahkan sampai kepada bangsa barat. Ditangan bangsa barat mercon dikembangkan menjadi roket melalui serangkaian penelitian selama lima abad yaitu sejak abad ke-13 sampai ke-18. Nama Roket berasal dari Italia Rocchetta (yaitu sekering kecil), nama petasan kecil yang diciptakan oleh artificer Italia Muratori di 1379.
Nama-nama ilmuan barat yang mempunyai peran cukup nyata dalam perkembangan roket diantaranya Robert Anderson. Ilmuan Inggris ini pada tahun 1696 membuat cetakan roket dan campuran bahan bakar roket yang disebut propelan. Memasuki tahun 1806, roket sudah digunakan oleh armada perang Napoleon tetapi hasilnya belum akurat untuk menembak sasaran. Baru pada awal abad ke-20 muncul dua orang ilmuwan yang bermimpi menggunakan roket untuk ke ruang angkasa, yaitu Konstantin Tsiolkovsky dari Rusia dan Robert Goddard dari Amerika Serikat.
Roket modern bermula ketika Robert Goddard seorang insinyur dari Amerika Serikat meletakkan corong de Laval pada kamar pembakaran mesin roket, menggandakan daya dorong dan meningkatkan keefisienan pada roket. Kemudian pada tahun 1926, Robert Goddard berhasil meluncurkan roket pertama di Auburn Massachusetts. Roket ini menggunakan minyak dan oksigen dan bisa meluncur sampai ketinggian 12 meter. Selanjutnya Goddard merancang roket yang lebih besar dan lebih cepat, hingga bisa terbang sampai ketinggian 2 km.
Di tangan bangsa Jerman, yang dimotori Hermann Oberth dan Wernher von Braun, roket menjadi senjata ampuh sebagai peluru kendali disebut Roket V-2 (Vergelstungswaffe Zwei) yang digunakan pada perang dunia II. Mereka juga merintis pengembangan roket sebagai wahana pembawa muatan yang kemudian menjadi cikal bakal dalam memajukan roket modern.
Setelah perang dunia ke-II dengan kalahnya Jerman dan sekutunya, maka teknologi peroketan ini dibawa ke Uni Soviet dan Amerika Serikat. Di dua negara ini roket mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Amerika Serikat dan Uni Soviet mengembangkan roket untuk peluru kendali pada tahun 1950. Ditangan Konstantin Tsiolkovsky, Uni Soviet kemudian berhasil meluncurkan roket pembawa satelit Sputnik ke orbit di ruang angkasa pada 4 Oktober 1957. Keberhasilan peluncuran satelit untuk pertama kali itu disusul peluncuran roket yang membawa Sputnik II wahana ruang angkasa berawak. Dan pada tahun 1961, dengan menggunakan roket A-1 kosmonot pertama Rusia Yuri Gagarin menjadi orang pertama di dunia yang pergi keluar angkasa.
Sedangkan Amerika Serikat pada tahun 1969, dengan menggunakan roket Sarturnus V yang membawa pesawat Apollo yang diawaki oleh Neil Amstrong dan Edwin Aldrin membuat sejarah dengan menjadi manusia pertama yang menginjakan kakinya di bulan.
Saat ini angkasa luar menjadi bisnis yang sangat menjanjikan dengan nilai transaksi yang sangat besar, sehingga roketpun disewakan oleh beberapa pemasok untuk meluncurkan satelit komersial ke dalam orbit. Pemasok utama adalah NASA dan European Space Agency (ESA).
Dari berbagai sumber
http://engineeringtown.com/kids/index.php/penemuan/104-sejarah-ditemukannya-roket
- Sejarah Batik di Indonesia
Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan
Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan,
pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian
pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.
Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.
Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.
Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.
Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.
Jaman MajapahitBatik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.
Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.
Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.
Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.
Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.
Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.
Jaman MajapahitBatik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.
Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.
- Sejarah Batik Pekalongan
Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di
Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan
sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag,
motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa
bahan baju.
Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.
Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.
Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.
Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.
Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.
Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.
- Batik Pekalongan, antara Masa Lampau dan Kini
BATIK pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya
pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal
besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar
proses produksi batik pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.
Akibatnya, batik pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Batik pekalongan adalah napas kehidupan sehari-sehari warga Pekalongan. Ia menghidupi dan dihidupi warga Pekalongan.
Meskipun demikian, sama dengan usaha kecil dan menengah lainnya di Indonesia, usaha batik pekalongan kini tengah menghadapi masa transisi. Perkembangan dunia yang semakin kompleks dan munculnya negara pesaing baru, seperti Vietnam, menantang industri batik pekalongan untuk segera mentransformasikan dirinya ke arah yang lebih modern.
Gagal melewati masa transisi ini, batik pekalongan mungkin hanya akan dikenang generasi mendatang lewat buku sejarah.
Ketika itu, pola kerja tukang batik masih sangat dipengaruhi siklus pertanian. Saat berlangsung masa tanam atau masa panen padi, mereka sepenuhnya bekerja di sawah. Namun, di antara masa tanam dan masa panen, mereka bekerja sepenuhnya sebagai tukang batik.
ZAMAN telah berubah. Pekerja batik di Pekalongan kini tidak lagi didominasi petani. Mereka kebanyakan berasal dari kalangan muda setempat yang ingin mencari nafkah. Hidup mereka mungkin sepenuhnya bergantung pada pekerjaan membatik.
Apa yang dihadapi industri batik pekalongan saat ini mungkin adalah sama dengan persoalan yang dihadapi industri lainnya di Indonesia, terutama yang berbasis pada pengusaha kecil dan menengah.
Persoalan itu, antara lain, berupa menurunnya daya saing yang ditunjukkan dengan harga jual produk yang lebih tinggi dibanding harga jual produk sejenis yang dihasilkan negara lain. Padahal, kualitas produk yang dihasikan negara pesaing lebih baik dibanding produk pengusaha Indonesia.
Penyebab persoalan ini bermacam-macam, mulai dari rendahnya produktivitas dan keterampilan pekerja, kurangnya inisiatif pengusaha untuk melakukan inovasi produk, hingga usangnya peralatan mesin pendukung proses produksi.
Akibatnya, batik pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Batik pekalongan adalah napas kehidupan sehari-sehari warga Pekalongan. Ia menghidupi dan dihidupi warga Pekalongan.
Meskipun demikian, sama dengan usaha kecil dan menengah lainnya di Indonesia, usaha batik pekalongan kini tengah menghadapi masa transisi. Perkembangan dunia yang semakin kompleks dan munculnya negara pesaing baru, seperti Vietnam, menantang industri batik pekalongan untuk segera mentransformasikan dirinya ke arah yang lebih modern.
Gagal melewati masa transisi ini, batik pekalongan mungkin hanya akan dikenang generasi mendatang lewat buku sejarah.
Ketika itu, pola kerja tukang batik masih sangat dipengaruhi siklus pertanian. Saat berlangsung masa tanam atau masa panen padi, mereka sepenuhnya bekerja di sawah. Namun, di antara masa tanam dan masa panen, mereka bekerja sepenuhnya sebagai tukang batik.
ZAMAN telah berubah. Pekerja batik di Pekalongan kini tidak lagi didominasi petani. Mereka kebanyakan berasal dari kalangan muda setempat yang ingin mencari nafkah. Hidup mereka mungkin sepenuhnya bergantung pada pekerjaan membatik.
Apa yang dihadapi industri batik pekalongan saat ini mungkin adalah sama dengan persoalan yang dihadapi industri lainnya di Indonesia, terutama yang berbasis pada pengusaha kecil dan menengah.
Persoalan itu, antara lain, berupa menurunnya daya saing yang ditunjukkan dengan harga jual produk yang lebih tinggi dibanding harga jual produk sejenis yang dihasilkan negara lain. Padahal, kualitas produk yang dihasikan negara pesaing lebih baik dibanding produk pengusaha Indonesia.
Penyebab persoalan ini bermacam-macam, mulai dari rendahnya produktivitas dan keterampilan pekerja, kurangnya inisiatif pengusaha untuk melakukan inovasi produk, hingga usangnya peralatan mesin pendukung proses produksi.
Jumat, 22 November 2013
Psikologi Menurut Para Ahli
· Dr. Singgih Dirgagunasa
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
· Plato dan Aritoteles
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
· Jhon Broadus Watson
Psikologi
adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku lahiriah dengan menggunakan
metode observasi yang objektif terhadap rangsangan.
· Wilhem Wundt
Psikologi
adalah ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada
diri manusia, seperti perasaan panca indra, pikiran, feeling, dan kehendak.
· Woodworth dan Marquis
Psikologi
adalah ilmu yang mempelajari aktivitas individu sejak masih dalam
kandungan sampai meninggal dunia dalam hubungannya dengan alam sekitar.
· Knight and Knight
Psychology
may be defined as the systematic study of ekperience and behavior human
and animal, normal and abnormal, individual and social.
· Hilgert
Psychology may be defined as the science that studies behavior of men and other animals.
· Ruch
Pychology
is sometimes defined as the study of man, but this definition is too
board. The truth is that psychology is partly biological science and
partly a social science, overlapping these two major areas and relating
them each other.
· Mussen dan Rosenzwieg
Pada masa lampau psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang “mind” (pikiran) atau the study of mind, tapi dalam perkembangannya, kata mind berubah menjadi “behavior” (tingkah laku), sehingga psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia.
· Clifford T. Morgan
Psychology is the science of human and animal behavior. Artinya, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dan hewan.
· Munn dan Fernald
Psychology is defined
as the science of human behavior, itsinvestigations are not limited to
human beings and they sometimes extend beyond observable behavior.
· Moskowitz dan Orgel
Psychology
is an empirical science based on objective observation and
experimental investigation, its focus is on behavior, its purpose is to
provide on understanding of the mechanisms of human activity and
adaptation so that man might improve himself.
Artinya, psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan empirik yang
berdasarkan atas observasi dan penelitian eksperimental, pokok
persoalannya adalah tentang tingkah laku manusia.
· Rene Descartes
Ilmu pengetahuan mengenai gejala pemikiran atau gejala kesadaran manusia, terlepas dari
badannya.
· Jhon Locke
Psikologi adalah semua pengetahuan, tanggapan, dan perasaan jiwa manusia diperoleh karena pengalaman melalui alat-alat indranya.
Kesimpulan :
Menurut saya ilmu psikologi itu adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, proses mental manusia dan cara berfikir setiap manusia.
Jumat, 15 November 2013
buocah-peciciland (Palembang)
Psikologi kriminologi
Psikologi kriminologi adalah ilmu pengetahuan tentang penjahat yang dilihat dari sudut kejiwaannya. Ilmu ini mempelajari penyebab kejahatan ditinjau dari berbagi segi, termasuk di dalamnya mengapa orang itu melakukan kejahatan dan upaya yang harus dilakukan untuk mencegahnya agar tidak terjadi kejahatan.
http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20090125132417AAVNK5x
Jumat, 08 November 2013
BLOGGER ???
Pertama kali Membuat blog di blogger.com
Bagaimana membuat account baru di
blogger.com, yang 100% gratis. Sebelum mendaftar di blogger.com
sebaiknya mendaftar dulu email di gmail.com setelah anda mempunyai sebuah alamat email di account google kita bisa langsung menciptakan halaman blog. Ikuti langkah-langkah yang ada disana karena sudah ada dalam bahasa Indonesia dan mudah untuk dilakukan.
Langganan:
Postingan (Atom)